Kitab Ta`limul Muta`llim
merupakan kitab klasik yang banyak dipelajari dan dikaji di sebagian
besar pesantren yang ada di tanah air Indonesia ini. Kitab karangan
Syaikh Zarnuji ini memuat beberapa pembahasan yang dapat dirinci sebagai
berikut:
- Tentang hakikat ilmu, fiqh dan keutamaan fiqh
- Niat di dalam mencari ilmu
- Tatacara memilih ilmu, guru dan teman
- Pengagungan terhadap ilmu dan pemiliknya
- Pentingnya serius, konsisten dan adanya cita-cita
- Permulaan mengaji, ukuran dan susunannya
- Tawakkal
- Waktu mencari ilmu
- Pentingnya kasih sayang dan nasehat
- Istifadah
- Wara`
- Penyebab cepat dan lambatnya hafalan
- Pendorong rezeki
Itulah isi kitab Ta`limul Muta`allim
yang mudah untuk dibaca tapi sulit ketika akan diterapkan. Untuk
menjelaskan seluruh isi ta`limul Muta`allim dalam tulisan ini rasanya
sulit sekali. Oleh karena ini penulis hanya ingin menyampaikan beberapa
hal yang dianggap penting.
Pertama, niat
Nabi bersabda, Sesungguhnya amal perbuatan tergantung niatnya.
Niat mempunyai peranan penting di dalam
setiap langkah kita. Niat yang baik akan membawa manusia menuju
kebaikan, sebaliknya niat jelek akan membawa manusia menuju kejelekan.
Saking pentingnya niat, seseorang yang berniat untuk melakukan kebaikan,
akan tetapi tidak dapat melakukannya, maka orang tersebut niat baiknya
dihargai dengan satu pahala kebaikan. Jika melakukannya maka akan diberi
pahala sepuluh sampai tujuh ratus hingga berlipat-lipat.
.
Niat sangat penting bagi orang yang
sedang mencari ilmu. Dalam kitab Ta`limul Muta`allim niat mencari ilmu
adalah untuk mencari ridlo Allah, menghilangkan kebodohan dari diri
sendiri dengan cara belajar, menghilangkan kebodohan orang lain dengan
cara mengajar, menghidupkan agama, melestarikan agama islam, syukur atas
nikmat akal dan sehatnya tubuh.
Kedua, memilih ilmu, guru dan teman
Ilmu yang paling baik dan sangat
dibutuhkan dalam urusan agama itu sangat tepat untuk dipilih. Ada tiga
ilmu yang harus kita ketahui, ilmu fiqh, tauhid dan akhlak. Ilmu-ilmu
yang lain juga penting kita ketahui. Semua ilmu itu dari Allah. Tidak
ada pembagian ilmu menjadi ilmu islam dan ilmu umum. Semua ilmu itu baik
tergantung bagaimana cara menggunakannya. Ilmu biologi, kimia dan
fisika misalnya itu ada penjelasannya di dalam al-Quran. Al-Quran
menjelaskan proses kehidupan manusia mulai sejak mani sampai menjadi
manusia sempurna. Al-Quran juga menjelaskan bahwa air tawar tidak akan
pernah bercampur dengan air laut. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang
ayat-ayat al-Quran yang berhubungan dengan sains, salah satunya bisa
kita lihat dari video-video sains buah karya Harun Yahya.
Pilihlah ilmu yang sesuai dengan minat
dan talenta kita dengan tetap harus berpegang terhadap aturan-aturan
agama. Cendikiawan-cendikiawan muslim, tidak hanya ahli dibidang
al-Quran dan hadist, akan tetapi ada yang ahli kimia, ahli kedokteran,
ahli geometri, dan sebagainya.
Untuk mendapatkan ilmu ada beberapa hal
yang harus dilakukan yaitu cerdas, semangat untuk memperoleh ilmu,
sabar, ada bekal, petunjuk guru dan waktu yang lama
Selanjutnya cara memilih guru versi
kitab Ta`limul Muta`allim adalah yang lebih `alim, lebih wara
(berhati-hati terhadap hal-hal yang diharamkan) dan lebih tua umurnya.
Barangkali tujuannya adalah agar ilmu yang ingin kita peroleh bisa
tercapai. Ketika kita salah memilih guru, tentunya akan menimbulkan
hal-hal yang kurang baik. Dan seorang guru harus mempunyai sifat kasih
sayang terhadap muridnya.
Selain memilih guru yang tepat, kita
juga harus memilih teman yang tepat. Menurut kitab Ta`lim, kita harus
memilih teman yang sungguh-sungguh, wara`, memiliki karakter yang baik,
tidak malas, tidak pengangguran, tidak banyak bicara, bukan tukang rusak
dan ahli fitnah. Teman banyak berpengaruh terhadap karakter dan gaya
hidup kita. Ada orang yang sangat anti terhadap maksiat akan tetapi
karena sering berkumpul dengan ahli maksiat, maka perlahan-lahan orang
tersebut bisa terjerumus ke dalam maksiat. Ini banyak ditemukan di dunia
nyata, karena alasan tak enak sendiri, seseorang rela mengikuti
prilaku temannya walaupun jelek. Teman bisa membawa kita terjerumus ke
jurang kejelekan. Oleh karena itu hati-hatilah memilih teman. Teman yag
baik akan membawa kita kepada kebaikan.
Ketiga, Pengagungan terhadap ilmu dan pemiliknya
Jika ingin mendapatkan ilmu yang
bermanfaat, maka hormatilah ilmu dan guru. Menghormat mempunyai
kedudukan yang sangat penting. Orang bisa kufur bukan karena maksiat,
akan tetapi orang bisa kufur karena meninggalkan rasa hormat. Orang bisa
kufur gara-gara meremehkan al-Quran dan menghina nabi.
Menghormat guru itu sangat penting. Saking pentingnya Sayyidina Ali berkata ; Aku adalah bukdaknya seseorang yang mengajariku satu huruf, berhak menjual, memerdekakan atau menjadikanku budak.
Sungguh mengagumkan sekali sikap Sayyidina Ali ini, yang sangat
menghargai terhadap gurunya, meskipun hanya mengajari satu huruf.
Tentunya sikap beliau perlu kita tiru. Jangan pernah menyakiti hati
guru, melawan dan membuatnya sedih.
Keempat, Pentingnya serius, konsisten dan adanya cita-cita
Man jadda wajada, wa man
zaro`a hasoda, barang siapa bersungguh-sungguh maka akan berhasil dan
barang siapa menanam, maka akan memanen. Kata-kata itu sering kita dengar dan bisa menjadi motivasi bagi kita untuk selalu serius untuk belajar, mengaji dan mengkaji.
Di dalam proses belajar
mengajar ada beberapa orang yang harus serius dan besungguh-sungguh.
Yaitu pelajar, pengajar, orang tua. Orang tua penting untuk serius
karena beliaulah yang akan membiayai anaknya yang sedang mencari ilmu.
Dengan adanya semangat dari orang tua, maka proses belajar mengajar akan
semakin lancar.
Jangan sedih apabila
diantara kita adalah anak seorang petani, peternak ataupun hanya anak
seorang yang miskin. Kesuksesan adalah milik kita semua. Jika kita
sebagai pelajar serius, gurunya serius dan orang tuanya serius, insya
Allah kita bisa sukses.
Konsisten juga sangat penting bagi para pencari ilmu. Amal yang konsisten dilakukan itu lebih baik bagi pelakunya.
Kemudian cita-cita itu juga harus ada
pada setiap muslim. Jangan takut terhadap jarak antara mimpi kita dan
kenyataan yang sedang kita hadapi. Bercita-citalah setinggi-tingginya.
Tentunya disertai dengan usaha keras, do`a dan tawakkal.
Kelima, Waktu Mencari ilmu
Mencari ilmu itu sejak dari ayunan ibu
sampai liang lahad. Selama nafas masih ada, maka waktu mencari ilmu
masih ada pula. Masa muda adalah masa yang paling tepat untuk mencari
ilmu. Ada sebuah ungkapan “Belajar pada masa muda bagaikan mengukir di atas batu dan belajar di masa tua bagaikan mengukir di atas air.
Ilmu yang diperoleh waktu kecil biasanya masih tetap menempel dipikiran
kita, pada masa itu pula ilmu cepat masuk. Sedangkan pada masa tua
untuk memahami ilmu memerlukan perjuangan keras.
Waktu yang tepat untuk memperoleh ilmu
versi kitab Ta`limul Mutaallim adalah masa muda, waktu sahur serta
waktu diantara maghrib dan isya`.
Keenam, Penyebab cepat dan lambatnya hafalan
Faktor penting yang membuat kita cepat
hafal adalah bersungguh-sungguh, konsisten, sedikit makan, sholat malam
dan membaca al-Quran.
Kita sebaiknya jangan hanya berorientasi
untuk menghafal saja tapi lebih dari itu kita berusaha untuk memahami
apa yang kita hafal.
Itulah beberapa hal yang dapat penulis
sampaikan. Mayoritas tulisan ini diambil dari kitab ta`limul Mutaallim
dan sebagian kecil adalah tambahan penulis sendiri. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar